sudah satu minggu sejak aku mengetahui apa yang sedang terjadi.
dua minggu yang lalu, pesan-pesan singkatmu masih selalu menjadi hiasan rutin di kotak masuk telepon genggamku. masih aku rasakan juga semangatmu untuk berkoneksi denganku, walaupun tidak seenergik sebelumnya. aku masih menerima pesan-pesan berisi 'ajakan'mu untuk pergi ke suatu tempat. namun aku bergeming. tidak sebersit pun terlintas di benakku untuk mengikuti logikaku, mengikuti 'ajakan-ajakan'mu itu. hari-hari itu perasaanku lebih memainkan perannya dari pada hari-hari rasional lainnya. entah mengapa, hari-hari itu aku menyadari masalah apa yang sedang kuhadapi, kerumitan apa yang mengusut di wajahku, kegelisahan apa yang bergumul di hatiku. semuanya seolah menungguku untuk memerintahkan mereka untuk lenyap sendiri atau malah semakin rajin mengoyak dadaku.
aku tetap bergeming. tetap mempertahankan perasaanku, hatiku, jiwaku. aku tidak mau kau terlalu berharap, aku tidak mau kau terlalu tergantung padaku, aku tidak mau kau terlalu mengandalkanku, aku tidak mau kau terlalu menganggapku hebat, karena sebenarnya aku tidak, aku biasa saja, sebiasa pria-pria normal lainnya, walaupun yang kau anggap normal adalah pria yang tidak mengerti masalah cinta-cintaan.
cinta-cintaan. sebelumnya aku meremehkan masalah yang terdengar terlalu bodoh dan kedewasa-dewasaan untuk dirasakan seorang remaja berusia 18 tahun seperti aku dan kamu. aku merasa masih banyak hal yang jauh lebih berbobot dan lebih ber'masalah' dibandingkan dengan masalah cinta-cintaan yang belakangan kau gembar-gemborkan dan aku dengan patuh dan seperti seekor anak kucing kecil mengikuti saja. aku merasa masalah percintaan itu tidak selayaknya menjadi dilema anak yang masih ingusan dan masih meminta uang kepada orang tua untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, terlalu dewasa, pikirku.
kemudian aku sadar, masalah cinta-cintaan itu tidak lagi terasa mustahil untuk dirasakan dan dialami oleh siapapun dalam kondisi dan usia berapapun. aku tahu aku malah menjilat ludah sendiri, tapi toh aku memang merasakan ternyata masalah cinta-cintaan seperti ini akhirnya benar-benar terjadi padaku dan aku merasakan sensasi masalah itu yang membuat hatiku gundah dan gelisah. dan jujur saja, aku tidak nyaman.
akhirnya, aku tetap bergeming menghadapi semua yang kau lakukan, sampai akhirnya mungkin kau telah menemukan pelabuhan hatimu yang kau rasa lebih hebat dari aku, dan kau menyerah denganku. aku mendengar kau telah bersama teman berbagimu itu. selama beberapa detik pertama, hatiku merasakan sensasi aneh seperti suatu kelegaan yang begitu mendadak melanda hatiku, dan aku senang karenanya, namun setelah beberapa detik kelegaan itu, hatiku malah merasakan sesuatu yang hilang dari ribuan serpihan kecil debu yang menumpuk di dasar hatiku, aku merasa aku 'melepaskan'mu. aku merasa aku salah melakukannya. tapi kemudian, aku memutuskan untuk tidak merasa seperti itu, walaupun sungguh, benar-benar sangat sulit untuk benar-benar melaksanakannya. sulit untuk tidak mengingatmu. dan aku telah membohongi semua orang bahwa aku merasa aku bahagia telah melakukannya, terlebih lagi kenyataan bahwa aku telah membohongi hatiku sendiri. benar-benar tindakan yang ceroboh.
aku tidak mencintaimu, sungguh, karena aku belum pernah merasakan cinta itu. aku juga tidak membencimu karenanya, aku hanya merasa aku sudah bersalah melakukannya kepadamu, maka aku ingin meminta maaf kepadamu. maafkan aku.
sudah satu minggu sejak aku mengetahui apa yang sedang terjadi.