Kamis, Juli 09, 2009

akhirnya ngeblog lagi hehe

akhirnya setelah berbulan2 hengkang dari nulis blog, gue balik lagi, hehe

akhirnya impian jadi penyiar radio tercapai sudah...
sekarang masih jobtraining tapi di geronimo...
hehehe

ngomong2 gue bingung mau ngomong apa.
ya udah deh, udahan dulu ya...
dadah....

sampah

Selasa, Maret 24, 2009

item anehh

tadi pagi, baru tidur jam setengah tiga pagi, terus bangun jam setengah tujuh. artinya cuma tidur 4 jam.
mata masih merah+perih. bibir masih lengket karena jigong. rambut masih acak2an. keluar kamar, denger si amar (temen kosanku yang orang afrika) nyanyiin lagu ST12 yang 'cari pacar lagiii'.
langsung shock dan langsung melek. sadar udah telat sk, langsung mandi sambil cekikikan dengerin si amar nyanyi lagu indonesia. dasar orang afrika aneh.

pagi ini, dosen sk nyolot-nyolot melotot (iya, dr lagu project pop), nyapnyap ke alfa. gue diem aja, berusaha rileks dan santai, tapi tetep deg2an takut tiba2 tu dosen nyembur.
perkiraanku, dosen itu kalap abis makan duren buat sarapan, abis dateng2 langsung marah2.


tadi ke house of raminten. kafenya unik. outdoor gitu dengan pagelaran patung2. terus langsung shock pas liat patung yesus segede belehem ngejugrug di balik tembok...
tapi secara keseluruhan terkesan apalagi sama cara penyajian jamu sariawanku tadi terus singkong goreng extra yang dipotong dadu2 kecil sehingga terasa amat lama saat menghabiskannya. unik, unik, boleh,boleh...

malam ini niat garap studio tapi mood langsung hilang seiring dengan suasana hati yang memburuk. sial, mood ilang. kambuuuhhh

Jumat, Maret 20, 2009

untuk seorang perempuan yang ku'hilang'kan


sudah satu minggu sejak aku mengetahui apa yang sedang terjadi.

dua minggu yang lalu, pesan-pesan singkatmu masih selalu menjadi hiasan rutin di kotak masuk telepon genggamku. masih aku rasakan juga semangatmu untuk berkoneksi denganku, walaupun tidak seenergik sebelumnya. aku masih menerima pesan-pesan berisi 'ajakan'mu untuk pergi ke suatu tempat. namun aku bergeming. tidak sebersit pun terlintas di benakku untuk mengikuti logikaku, mengikuti 'ajakan-ajakan'mu itu. hari-hari itu perasaanku lebih memainkan perannya dari pada hari-hari rasional lainnya. entah mengapa, hari-hari itu aku menyadari masalah apa yang sedang kuhadapi, kerumitan apa yang mengusut di wajahku, kegelisahan apa yang bergumul di hatiku. semuanya seolah menungguku untuk memerintahkan mereka untuk lenyap sendiri atau malah semakin rajin mengoyak dadaku.

aku tetap bergeming. tetap mempertahankan perasaanku, hatiku, jiwaku. aku tidak mau kau terlalu berharap, aku tidak mau kau terlalu tergantung padaku, aku tidak mau kau terlalu mengandalkanku, aku tidak mau kau terlalu menganggapku hebat, karena sebenarnya aku tidak, aku biasa saja, sebiasa pria-pria normal lainnya, walaupun yang kau anggap normal adalah pria yang tidak mengerti masalah cinta-cintaan.

cinta-cintaan. sebelumnya aku meremehkan masalah yang terdengar terlalu bodoh dan kedewasa-dewasaan untuk dirasakan seorang remaja berusia 18 tahun seperti aku dan kamu. aku merasa masih banyak hal yang jauh lebih berbobot dan lebih ber'masalah' dibandingkan dengan masalah cinta-cintaan yang belakangan kau gembar-gemborkan dan aku dengan patuh dan seperti seekor anak kucing kecil mengikuti saja. aku merasa masalah percintaan itu tidak selayaknya menjadi dilema anak yang masih ingusan dan masih meminta uang kepada orang tua untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, terlalu dewasa, pikirku.

kemudian aku sadar, masalah cinta-cintaan itu tidak lagi terasa mustahil untuk dirasakan dan dialami oleh siapapun dalam kondisi dan usia berapapun. aku tahu aku malah menjilat ludah sendiri, tapi toh aku memang merasakan ternyata masalah cinta-cintaan seperti ini akhirnya benar-benar terjadi padaku dan aku merasakan sensasi masalah itu yang membuat hatiku gundah dan gelisah. dan jujur saja, aku tidak nyaman.

akhirnya, aku tetap bergeming menghadapi semua yang kau lakukan, sampai akhirnya mungkin kau telah menemukan pelabuhan hatimu yang kau rasa lebih hebat dari aku, dan kau menyerah denganku. aku mendengar kau telah bersama teman berbagimu itu. selama beberapa detik pertama, hatiku merasakan sensasi aneh seperti suatu kelegaan yang begitu mendadak melanda hatiku, dan aku senang karenanya, namun setelah beberapa detik kelegaan itu, hatiku malah merasakan sesuatu yang hilang dari ribuan serpihan kecil debu yang menumpuk di dasar hatiku, aku merasa aku 'melepaskan'mu. aku merasa aku salah melakukannya. tapi kemudian, aku memutuskan untuk tidak merasa seperti itu, walaupun sungguh, benar-benar sangat sulit untuk benar-benar melaksanakannya. sulit untuk tidak mengingatmu. dan aku telah membohongi semua orang bahwa aku merasa aku bahagia telah melakukannya, terlebih lagi kenyataan bahwa aku telah membohongi hatiku sendiri. benar-benar tindakan yang ceroboh.

aku tidak mencintaimu, sungguh, karena aku belum pernah merasakan cinta itu. aku juga tidak membencimu karenanya, aku hanya merasa aku sudah bersalah melakukannya kepadamu, maka aku ingin meminta maaf kepadamu. maafkan aku.

sudah satu minggu sejak aku mengetahui apa yang sedang terjadi.

Jumat, Februari 20, 2009

untuk seorang perempuan

kini genap tiga hari ketika aku muak dengan semua kemanjaan dan keegoisanmu.
ketika aku kira kita sudah cukup aman dan tenang untuk menjalin pertemanan yang normal-normal saja, kamu tiba-tiba saja seperti orang kesurupan selalu berusaha dekat denganku. oke, itu dari perspektifku yang menyatakan bahwa kamu mencoba mendekatiku lagi, tapi memang seperti itulah kenyataan yang aku rasakan, bukan karena aku kege-eran.

beberapa hari yang lalu, kamu memintaku untuk menemanimu pergi ke mall dan berbelanja bersama. dan aku ikut.

beberapa hari yang lalu, kamu memintaku untuk mengurus suatu hal bersama. dan aku ikut.

beberapa hari yang lalu, kamu memintaku menemanimu makan siang. dan aku ikut.

beberapa hari yang lalu, kamu memintaku mengurusi sautau hal yang lain. dan aku ikut.

dan baru saja, kamu bilang 'kalo kamu gak ikut, aku males ikut'. dan aku tidak menjawab.

aku bingung.
ketika aku mulai menyukaimu, kamu mulai mengeroposkan hatiku. ketika aku bilang aku sayang kamu, kamu bilang kamu nggak mau begitu. dan ketika aku mengerti itu semua, kamu yang mulai mencari-cari perhatianku.
aku bingung.

kini genap tiga hari ketika aku muak dengan semua kemanjaan dan keegoisanmu.

Selasa, Februari 10, 2009

part 2


senja menggantung di ufuk barat. si kucing yang masih bernapas tersengal dan terengah-engah masih terus berlari menembus rimbanya hutan dalam kegelapan sambil sesekali menolehkan kepalanya ke belakang untuk mengamati apabila terjadi gerakan mendadak dari sesuatu di belakangnya. namun si kucing tidak belihat satu pun gerakan di belakangnya kecuali gerakan dedaunan tinggi dan ranting-ranting kering yang terlempar setelah kaki si kucing menginjaknya.

akhirnya si kucing memelankan larinya dan terus berjalan ke depannya dalam kegelapan sesaat seperti tidak mengetahui ke mana ia akan di bawa namun kemudian ia melihat cahaya kecil kekuningan yang sangat dikenalnya. semakin ia mendekati cahaya kekuningan itu, semakin besar bentuk cahaya itu. kini ia hanya berada 10 meter dari tempatnya berdiri mengamati cahaya kekuningan yang sekarang membentuk sebuah rumah kardus berpenerangan sebuah lampu kuning cemerlang yang menerobos keluar melalui celah-celah kecil di setiap perpotongan kardusnya. Ia mengamati rumah itu seakan belum pernah melihatnya, tapi ia tahu ia melakukannya untuk berjaga-jaga bila sang anjing yang tadi mengejarnya ternyata telah menemukan suatu cara untuk bisa sampai ke rumahnya. Ya, rumah berpenerangan lampu berwarna kuning itu adalah markas si kucing yang sekarang mulai berjalan perlahan mendekati rumah itu.

Senin, Februari 09, 2009

chronicles yang belum ada judulnya


Kucing itu berlari tak terkendali menerobos semua halang rintang yang terpapar di hadapannya. semak belukar yang tumbuh liar dan sembrawutan di lapangan luas itu tak dihiraukan si kucing yang sedari 15 menit yang lalu tak henti-hentinya menggerakkan dengan lincah keempat kakinya. duri-duri yang terentang di tanah tak menghentikannya sedetikpun. tak ada tanda-tanda si kucing sedang dikejar oleh sesuatu, yang mestinya jikalau ada, di belakangnya. si kucing yang berwarna putih dengan totol-totol hitam itu berbelok di ujung lapangan ke semak belukar lain yang terhampar menuju arah hutan yang semakin gelap seiring dengan membenamnya matahari di sebelah barat. kegelapan justru adalah tujuan utama si kucing tersebut untuk dicapai. dengan tenaga-tenaga terakhirnya akhirnya si kucing melompat dengan kekuatan yang kentara sekali dipaksakan dan didorong oleh otot paha belakangnya ke dalam rimba hutan yang tak terdeteksi di indera penciuman sang pemburu yag kemudian mulai menampakkan diri dengan perlahan-lahan dari bentuk seperti udara yang bergerak dan kemudian seperti kabut, lalu menggumpal dan memadat dengan sedemikian rupa sehingga terbentuk seekor anjing hitam sejenis greyhound. anjing itu kemudian melebarkan cuping hidungnya dan mencari-cari dalam udara senja yang dingin bau si kucing yang tadi menghilang di balik kegelapan hutan. namun tak ada sedikitpun tanda-tanda si kucing di sekitar kegelapan yang berada tepat di depan hidungnya. sebenarnya, jika tidak ada sebuah hukum tentang hutan tersebut dengan mahluk-mahluk yang boleh dan tidak diperbolehkan masuk ke dalamnya, mungkin saja sang anjing kini telah berhasil menangkap si kucing dengan mudah tanpa harus melebarkan cuping hidungnya dan mengendus-endus baunya.

sang anjing akhirnya berbalik dan berjalan timpang di kaki belakangnya dan pergi berlari meninggalkan buruannya yang menghilang ke balik kegelapan Hutan Terkutuk.

Untuk sementara ini, si kucing selamat.

Minggu, Februari 01, 2009

hidup, makna dan hati

kadang-kadang saya berfikir.
apa yang saya lakukan di dunia ini. untuk apa saya dilahirkan ke dunia ini. apa yang dunia ini butuhkan dari seorang 'saya'. apa yang bisa saya lakukan untuk dunia ini. untuk apa saya?

lalu pikiran saya langsung berputar dan bergelut dalam menemukan jawabannya. seringkali satu jawaban yang berhasil muncul ditimpa dengan jawaban lain, dan terus berulang seperti itu, hingga akhirnya saya sadar. semua jawaban itu hanya sementara.

saya selalu berharap mendapatkan jawaban yang pasti untuk semua pertanyaan itu. saya selalu berharap ada satu jawaban yang realistis atas pertanyaan-pertanyaan itu. saya harap ada satu jawaban yang bisa saya serap maknanya dan saya amalkan di dunia.

saya bukan seorang atheis. sama sekali bukan, meskipun kalimat-kalimat yang saya gunakan seperti mengarah ke sana.

baik, saya tidak butuh jawaban yang realistis, tapi saya membutuhkan satu jawaban yang membuat jiwa dan raga saya tenang dan tidak lagi dihantui pertanyaan-pertanyaan itu.

ada yang memiliki kunci dari pertanyaan itu?